Saturday, May 25, 2019

Aku Berbelanja, Maka Aku Berlebaran

Artikel Belanja Jelang Lebaran Yani Arifin
Ilustrasi: Discount jelang lebaran di mall-mall
Pada tiap bulan Ramadan terdapat fenomena menarik, yaitu menjamurnya pasar tiban (dadakan) diberbagai daerah. Pasar-pasar tersebut menyediakan berbagai macam makanan siap saji hingga menyediakan berbagai macam model busana. Tidak hanya itu, pusat-pusat perbelanjaan seperti mal-mal serta toko-toko menabuh genderang perang diskon. Mereka memasang spanduk besar yang berisi tawaran berbagai produk baru serta diskon habisan-habisan. Singkatnya, bulan ramadan dan hari lebaran telah berubah menjadi bulan komersialisasi.

Menjelang lebaran, umat muslim secara mendadak seperti terjangkit wabah penyakit konsumtif. Dalam bulan Ramadan mereka rela menghabiskan tabungannya untuk memburu barang belanjaan. Melalui bahasa lain dapat dikatakan, konsumsi pada bulan Ramadan mengalami bergesaran dari konsumsi barang-barang kebutuhan primer dan mendesak, beralih ke konsumsi pada simbol-simbol. Kalau dihari-hari biasa, boleh jadi saat membeli masih menggunakan pertimbangan kebutuhan pokok, seperti membelikan buku sekolah untuk anak-anak, atau membeli beras untuk bersedian satu bulan kedepan.

Namun sebaliknya, ketika memasuki Ramadan dan terutama menjelang lebaran, logika efisensi telah hilang dari memori kebanyakan umat Islam. Apa yang kita pakai haruslah serba baru, makanan yang kita sediakan pada saat berbuka, lebih-lebih pada saat lebaran haruslah serba lengkap meski kadang tidak dibutuhkan. Karena dari proses membeli tersebut kaum muslimin menemukan 'identitas" bahwa kita seorang muslim yang sedang berlebaran. Adagium Descartes "aku berpikir, maka aku ada", telah berganti menjadi “aku berbelanja, maka aku berlebaran”.

Asumsi bahwa lebaran adalah suatu yang istimewa dan harus ditampilkan dengan berbagai makanan lezat dan pakian baru, merupakan asumsi yang tidak bisa dibenarkan. Namun terlanjur memasung alam bawah sadar masyarakat Islam pada umumnya. Banyak faktor yang ikut andil membentuk asumsi tersebut. Pada era modern ini, iklan setidaknya bisa dimasukan sebagai salah satu faktor yang cukup dominan. Dalam bahasa yang lebih canggih membicarakan wacana yang ada di masyarakat. Meniscayakan membicarakan reproduksi citra atau imege. Penyajian citra mengatasi adanya suatu kenyataan. Bahkan dengan bahasa yang lebih ekstrim dapat diaktakan "yang riil atau yang dipresentasikan" itu bisa jadi tidak ada. Jika dahulu Karl Marx mendefinisikan "sejarah sebagai pertarungan kelas", maka sekarang sejarah adalah pertarungan wacana.

Dalam dunia konsumerisme hidup kita mengalami proses pengindaan atau estetikasi. Televisi, iklan, dan majalah ikut andil membuat hidup disekeliling indah belaka. Artinya realitas yang ada disekitar kita sangat ditentukan oleh bahasa iklan. Karena bahasa adalah cara manusia mengubah dan memberi bentuk pada realitas agar realitas itu bisa dipahami. Dari model pakaian sampai makanan, kita harus susah payah memgadopsinya melalui bimbingan iklan. Padahal sebagai seorang muslim kita mempunyai seabrek aturan hidup yang mengajarkan kesedarhanaan dan rendah hati, dilain pihak kita sering mendo-mendo (Jawa: menyerupai) guna menjaga apa yang disebut sebagai menjaga image.

Sifat menjaga image atau mendo-mendo akan terlihat secara telanjang disaat menjelang lebaran. Masyarakat hilir mudik ke pasar, toko ataupun mal untuk berbelanja kebutuhan Lebaran. Membeli sudah tidak mempertimbangkan secara rasional ukuran-ukuran ekonomi dan nilai tepat guna barang yang dibeli. Lebih jauh, ada semacam demensi yang sifatnya emosional dalam urusan membeli dan mengkonsumsi sesuatu barang. Intinya, jika telah mampu membeli berarti telah melaksanakan lebaran secara sempurna. Begitu sebaliknya, bila pada saat lebaran tidak mampu membeli dan berbelanja, konsekuwensinya lebaran menjadi suram dan tidak sempurna.

Menghayati Puasa

Tentunya sangat ironi, ditengah-tengah kaum muslimin berusaha meningkatkan amal ibadah dibulan Ramadlan, mereka terjebak dalam lubang konsumerisme. Padahal seharusnya di bulan ini setiap muslim sebisa mungkin mencoba mengadopsi sifat-sifat yang ada pada Tuhan. seperti bahwa Tuhan memberi makan dan tidak diberi makan (Q.S 6: 14), melalui sifat tersebut kita dididik menjadi manusia yang ringan tangan atas kesusahan orang lain. Tuhan tidak memiliki teman wanita (istri) (Q.S 6:101), ayat ini memberikan ajaran agar kita mengendalikan hawa nafsu.

Alasan diutamakannya kedua sifat di atas untuk diteladani, sebab keduanya termasuk dari kebutuhan Fa'ali (makan, minum, dan hubungan seksual) manusia. Dari segi teologis, puasa sendiri merupakan anjuran mengendalikan diri berkaitan dengan kebutuhan-kebutahan fa'ali. Demikian seterusnya dengan sifat-sifat Tuhan lainnya, harus terus diusahakan untuk dihayati esensinya. Selanjutnya diteladani sesuai kemampuan kita sebagai manusia. Dengan meneladani sifat-sifat Tuhan berati kita siap membangun tatanan kehidupan yang penuh dengan keamanan dan kedamain.

Upaya Prefentif

Kini, lebaran akan tiba sebentar lagi. Sudah dapat dipastikan iklan di media cetak dan media elektronik akan semakin gencar mempromosikan barang dan jasa dengan kemasan yang sesuai dengan even lebaran. Pada titik ini, khalayak sebagai mana ungkapan Dervin dalam Mass Communication, dianggap sebagai kepala kosong yang siap menampung seluruh pesan komunikasi yang dicurahkan kepadanya.

Sudah saatnya dengan berbekal pesan yang terdapat di bulan Ramadan, kita harus mampu menyaring iklan yang ada. Kita bukanlah sebongkah tanah liat yang bisa dibentuk sesuka hati oleh proganda iklan. Perlu diperhatiakan bagi orang yang berpuasa adalah sabda Nabi, ”banyak diantara orang yang berpuasa tidak memperoleh sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga".

Pada konteks ini, menahan lapar dan dahaga bukan merupakan tujuan puasa, tapi esensi tujuan puasa adalah ketaqwaan. Taqwa yang dimaksud adalah menjalankan segalah perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Bahkan kalau mampu kita harus bisa melaksanakan puasa sebagaiman diajarkan kaum sufi yaitu puasa lahir dan batin. Dalam arti, kita harus menghilangkan perasaan, pikiran dan kehendak hati yang mengajak kepada dosa dan kemungkaran.

Bila seseorang betul-betul bisa dan mampu mengamalkan puasa sesuai ajaran agama serta menghayati sebagaimana petunjuk kaum sufi. Tidak mustahil akan berhasil membendung bujuk rayu iklan dalam menawarkan berbagi produk dan jasanya. Akhirnya laisa al-Id Liman Labisa al-Jadid Walakin al-Id Liman Thaatuhu Tazid. (lebaran bukanlah diukur dengan baju baru, namun lebaran adalah bagi mereka yang benar-benar mengalami perubahan ke arah yang lebih baik).

Penulis :Yani Arifin Sholikin, pemerhati masalah sosial dan keagamaan tinggal di Jombang Jawa Timur

Wednesday, May 22, 2019

Pedoman Seminar Nasional Guru Dikdas Tahun 2019

Pedoman Seminar Nasional Guru Dikdas 2019
Pedoman Seminar Nasional Tahun 2019
Kegiatan Seminar Nasional Guru Dikdas yang diselenggarakan Kesharlindung Dikdas Tahun 2019 rencananya dilaksanakan dalam dua periode.

Periode I akan dilaksanakan pada:
Hari : Selasa s.d. Jumat
Tanggal : 2 - 5 Juli 2019
Tempat : Jakarta

Unduh Pedoman Seminar Nasional Guru Dikdas yang diselenggarakan Kesharlindung Dikdas Tahun 2019 melalui tautan berikut ini di google drive:

Unduh Pedoman Seminar Nasional Tahun 2019


Bimtek PembaTIK Level 2, Inilah Tugas Yang Harus dikerjakan

Tugas Bimtek PembaTIK level 2 Duta Rumah Belajar
Arief Darmawan dari Pustekkom saat Video Conference PembaTIK Level 2
Program pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK) Level 1 Tahun 2019 telah selesai dilaksanakan. Seperti dikatakan oleh Pak Arief Darmawan dari Pustekkom dalam vicon pembaTIK level 2, bahwa animo peserta pembaTIK tahun 2019 sangat luar biasa berkat kerja keras para Duta Rumah Belajar di masing-masing propinsi.

Tercatat kurang lebih 28 ribuan peserta yang telah mendaftarkan diri pada program PembaTIK tahun 2019 dari seluruh propinsi di Indonesia. Dari jumlah pendaftar tersebut, kurang lebih 13 ribuan yang dinyatakan lulus dalam pembaTIK level 1 sehingga bisa mengikuti program pembaTIK level 2 yang salah-satu propinsi sudah mulai dilaksanakan, yaitu Propinsi Bali. Propinsi lainnya akan dilaksanakan setelah lebaran.

Sahabat Kompi, beberapa waktu lalu, admin telah memposting artikel tentang gambaran tugas pembaTIK level 2. Artikel tersebut merupakan pengalaman mengikuti pembaTIK tahun 2018, sehingga wajar jika pembaTIK level 2 tahun 2018 ada perbedaan dengan pembaTIK level 2 tahun 2019. Tugas pembaTIK level 2 secara jelas telah diuraikan Pak Arief Darmawan melalui vicon pada selasa malam (22/05)
baca: Sekilas tentang Bimtek PembaTIK level 2
Berikut ini adalah vicon PembaTIK level 2 dengan presenter Pak Arif Darmawan dari Pustekkom terkait tugas yang harus dilaksanakan dalam pembaTIK level 2. Hasilnya admin tuliskan melalui artikel di bawahnya:


Tugas Bimtek PembaTIK Level 2

Nilai KKM
Dalam pembaTIK level 2, KKM yang harus dicapai oleh peserta sama dengan pembaTIK level 1, yaitu 70.

Penentuan Poin Kelulusan
Poin penentuan kelulusan ditentukan 40% untuk penilaian Ujian Akhir Level 2 dan 60% untuk penugasan. Poin ini berbeda dengan tahun 2018 yang menetapkan poin kelulusan penugasan 50%, Ujian Akhir 30%, dan Diskusi 20%. Meski tidak masuk penilaian, peserta pembaTIK 2019 tetap wajib mengikuti diskusi pembaTIK level. Keuntungan mengikuti diskusi adalah jika pada penilaian akhir nilai KKM tidak terpenuhi, maka keaktifan mengikuti diskusi akan dijadikan sebagai pertimbangan.

Membuat Akun Rumah Belajar
Tugas selanjutnya adalah membuat akun Rumah Belajar di laman https://belajar.kemdikbud.go.id. Jika peserta pembaTIK level 2 sudah memiliki akun rumah belajar, maka tugas pembuatan akun rumah belajar ini dianggap sudah dikerjakan.

Pembuatan RPP
Bimtek PembaTIK level 2 adalah implementasi. Untuk itulah, peserta harus mengimplementasikan TIK dalam kegiatan pembelajaran dengan membuat RPP. Pembuatan RPP terintegrasi TIK tersebut harus sesuai dengan mata pelajaran yang diampu oleh peserta bimtek dengan memanfaatkan berbagai fitur dalam portal Rumah Belajar.

Pembuatan Video Pembelajaran

Berbeda dengan tugas membuat video di tahun 2018 yang merupakan VIDEO DOKUMENTASI, tugas membuat video tahun 2019 ini adalah VIDEO PEMBELAJARAN sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Video yang dibuat dibatasi durasi waktu 3 - 7 menit, menggunakan Resolusi 720 HD, dibuat dalam Format MP4.

Tidak ada kewajiban aplikasi khusus untuk membuat video pembelajaran. Artinya, peserta bimtek pembaTIK level 2 bebas menggunakan aplikasi sesuai dengan kemampuan peserta, baik aplikasi berbasis android, maupun berbasis dekstop.

Sekali lagi, materi yang dimunculkan dalam video harus sesuai dengan materi yang ada di RPP. Tak kalah pentingnya, model dalam video adalah wajah peserta bimtek, tidak boleh diwakili karakter ataupun wajah orang lain. Kata sapaan yang digunakan adalah SAHABAT RUMAH BELAJAR.

Pembagian Kelas
Jika pembaTIK level 2 sudah dilaksanakan, peserta bimtek level 2 akan dikelompokkan dalam sebuah kelas daring sesuai dengan propinsi masing-masing. Pembagian kelas nantinya akan diumumkan melalui akun simpatik masing-masing peserta. Saat ini, propinsi yang sudah melaksanakan bimtek pembaTIK level 2 adalah Propinsi Bali. Propinsi lainnya kemungkinan besar akan dilaksanakan setelah lebaran.

Demikian tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh bapak/ibu guru sebagai peserta bimtek pembaTIK level 2. Semua tentu berharap akan bisa lulus, juga bisa menjadi peserta terbaik yang akan mewakili kabupaten untuk mengikuti diklat tatap muka level 3 yang dilaksanakan di propinsi. Untuk itu, peserta harus benar-benar memperhatikan proses yang harus dilalui dalam bimtek pembaTIK level 2, sehingga bisa mendapatkan hasil yang terbaik.

Semua peserta pembaTIK level 2 yang lulus akan mendapatkan sertifikat 32 jam dari Pustekkom. Peserta terbaik level 2 akan melaju ke level 3 yang akan dilaksnakan secara tatap muka di propinsi.(*)

Monday, May 20, 2019

PP 30 Tahun 2019 Terbit, PNS yang Tidak Dapat Memenuhi Target Kinerja akan Diberhentikan

PP 30 Tahun 2019 Tentang Penilaian Kinerja PNS
Ilustrasi: PNS harus bekerja sesuai target sebagai Abdi Negara
Aturan baru tentang penilaian kinerja PNS ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Aturan tersebut dituangkan melalui Peraturan Pemerintah RI Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja PNS.

Peraturan yang ditetapkan tanggal 26 April tersebut tidak hanya mengatur pemberian penghargaan maupun diangkat ke posisi jabatan yang lebih tinggi bagi PNS yang kinerjanya bagus, tapi juga sanksi peringatan hingga pemberhentian bagi PNS.

Sanksi dan penghargaan tersebut diberikan berdasarkan pantauan kinerja berkala yang dilakukan oleh pejabat penilai kinerja PNS terhadap para abdi negara. Pantauan kinerja dituangkan dalam penilaian kinerja PNS yang terdiri dari dua hal, yaitu Penilaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan Penilaian Perilaku Kerja.

Untuk diketahui, salah satu pertimbangan pembentukan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 20l4 tentang ASN adalah untuk mewujudkan aparatur sipil negara yang profesional, kompeten dan kompetitif sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

Undang-Undang ASN mengatur mengenai penilaian kinerja yang bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan PNS yang didasarkan sistem prestasi dan sistem karier. Undang-Undang ASN juga mengamanatkan agar penilaian kinerja PNS dilakukan secara objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan. 

Tujuan penilaian kinerja bagi PNS tersebut untuk menjamin objektivitas pembinaan PNS yang dilakukan berdasarkan sistem prestasi dan sistem karier. Penilaian kinerja dilakukan dengan cara menggabungkan nilai SKP dan nilai Perilaku Kerja. Nilai tersebut nantinya akan dituangkan dalam bentuk dokumen penilaian kinerja PNS setiap akhir tahun.

Dari hasil penilaian itu, PNS sebagai abdi negara yang mendapatkan nilai kinerja dengan predikat sangat baik selama dua tahun berturut-turut bisa diberikan penghargaan berupa prioritas diikutsertakan dalam program kelompok rencana suksesi pada instansinya. Mereka juga dapat diprioritaskan untuk pengembangan kompetensi lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain penghargaan kinerja tersebut, PPK juga dapat memberikan Penghargaan lain atas kinerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Laporan dokumen penilaian kinerja itulah yang akan digunakan sebagai dasar pembayaran tunjangan kinerja bagi PNS.

Nah,bagi PNS yang tidak dapat memenuhi target kinerja penilaian, mereka akan dikenakan sanksi berupa peringatan memperbaiki kinerjanya dalam waktu 6 bulan, harus mengikuti uji kompetensi, dipindahtugaskan dalam jabatan lebih rendah, hingga diberhentikan dengan hormat. 

Silahkan unduh PP 30 Tahun 2019 melalui google drive berikut:

Friday, May 17, 2019

Lolos Pembatik Level 1, Apa yang Harus dilakukan di Pembatik Level 2?

Persiapan Pembatik Level 2 2019
Ilustrasi: Duta Rumah Belajar Kalimantan Selatan 2018
Program Pembatik Level 1 telah selesai dilaksanakan. Tanggal 14 Mei 2019 adalah batas terakhir perpanjangan waktu bagi peserta pembatik level 1 untuk melaksanakan post test atau ujian akhir. Bagi peserta level 1 yang tidak mengikuti ujian hingga waktu perpanjangan berakhir, otomatis tidak lulus karena tidak mendapatkan nilai yang dipersyaratkan minimal 70, sehingga tidak dapat melanjutkan ke level 2.

Tidak berselang lama setelah batas terakhir pelaksanaan post test,  Pustekkom mengumumkan Kelulusan Program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) level 1 melalui surat nomor 2643/12.3/PP/2019 yang ditujukan kepada Kepala Dinas/UPTD/Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur dan Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota.
Surat Pengumuman Peserta Lolos Level 2 PembaTIK 2019
Surat Pengumuman Peserta Lolos Level 2 PembaTIK 2019
Dalam suratnya, Pustekkom menyebutkan bahwa pelaksanaan program PembaTIK dikemas dalam bentuk bimbingan teknis (bimtek) level 1 (literasi), bimtek level 2 (implementasi), bimtek level 3 (kreasi), dan bimtek level 4 (berbagi). Bimtek level 1 dan level 2 dilaksanakan secara daring, sedangkan bimtek level 3 dan level 4 dilaksanakan secara tatap muka atau luring. Peserta terbaik level 3 masing-masing propinsi akan dikukuhkan sebagai Duta Rumah Belajar tahun 2019.

Bimtek level 1 telah berakhir. Peserta yang lolos seleksi telah diumumkan oleh Pustekkom melalui lampiran surat tersebut. Bagi yang ingin mengetahui pengumuman peserta lolos seleksi pembatik level 1, silahkan kunjungi webnya langsung di http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/user/pembatik_level_1_2019

Kami ucapkan selamat kepada peserta yang lolos seleksi pembatik level 1. Disamping memiliki kesempatan untuk mengikuti bimtek level 2, peserta yang lolos level 1 juga akan mendapatkan sertifikat 32 jp dari Pustekkom. Yang belum lolos, jangan berkecil hati. Dunia belum kiamat, masih ada banyak waktu dan kesempatan mengikuti diklat yang dilaksanakan oleh Pustekkom di waktu-waktu mendatang.

Bagi peserta lolos seleksi level 1, apalagi yang baru mengikuti program PembaTIK di tahun 2019 ini, tentu bertanya-tanya, apa yang harus dilakukan ketika mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) level 2? Seperti dijelaskan dalam surat, bahwa Bimtek Level 2 akan dilaksanakan mulai tanggal 17 Mei 2019 secara bertahap melalui pembagian kelasnya.

Artinya, jika melihat pengalaman tahun lalu, peserta lolos pembatik level 1 nantinya akan dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan daerahnya masing-masing. Lantas, apa saja yang harus dipersiapakan untuk bimtek pembatik level 2?

Persiapan PembaTIK level 2

Level 2 adalah tahap implementasi. Melihat pengalaman PembaTIK tahun 2018, setelah dinyatakan lolos seleksi level 1, peserta mengikuti bimtek daring level 2 dan harus mengimplementasikan TIK ke dalam pembelajaran di kelas dengan memanfaatkan fitur rumah belajar.

Adapun modul yang dipelajari dalam bimtek level 2 adalah sebagai berikut:
Modul Bimtek Level 2 PembaTIK 2019
Modul Bimtek Level 2 PembaTIK tahun 2018
Perancangan Pembelajaran Berbasis TIK: Modul ini dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta, berisikan tentang hal-hal seputar penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan TIK.

Setelah mempelajari modul tersebut, peserta bimtek level 2 diharapkan akan mampu menyusun RPP yang mengintegrasikan TIK dengan baik dan benar sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan sekolah masing-masing.

Pemanfaatan Rumah Belajar: Modul ini berisi materi pembahasan seputar pemanfaatan Fitur di Rumah Belajar yaitu Fitur Sumber belajar, Fitur Bank Soal dan Karya Bahasa dan Sastra. Modul ini juga dipelajari secara mandiri.

Tutorial Pembuatan Video Sederhana:  Setelah peserta bimtek level 2 mampu membuat Rancangan Pembelajaran dalam RPP yang terintegrasi TIK dengan memanfaatkan salah satu fitur Rumah Belajar, maka mereka harus menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran di kelas dengan mendokumentasikan pembelajaran tersebut ke dalam video (vlog).

Modul Tutorial Pembuatan Video Sederhana ini diberikan untuk membantu peserta bimtek level 2 dalam endokumentasikan pembelajaran yang dilaksankan. 

Ujian Akhir Diklat: Tahap akhir bimtek level 2 adalah ujian akhir atau post test yang akan menentukan apakah peserta bisa lolos mengikuti level 3 atau tidak. Adapun tugas yang harus dikerjakan di level 2 ini adalah sebagai berikut:
  1. Aktif dalam forum diksusi (20%)
  2. Mengumpulkan tugas membuat RPP terintegrasi TIK dan dokumentasi kegiatan pembelajaran dalam sebuah Vlog (50%)
  3. Mengerjakan Post Test (30%)
Penilaian Bimtek Pembatik Level 2 Tahun 2018
Penilaian Bimtek Pembatik Level 2 Tahun 2018
Nilai yang diperoleh dari masing-masing item tugas akan dikonversi sesuai dengan bobotnya masing-masing. Jika ingin lulus dalam level 2 ini harus mendapatkan nilai di atas KKM. Tahun 2018, KKM yang ditentukan adalah 70.

Sahabat Kompi yang budiman, penjelasan bimtek pembatik level 2 di atas adalah pelaksanaan PembaTIK level 2 tahun 2018 sebagai gambaran  untuk tahun 2019 ini. Semoga di tahun 2019 ini tidak jauh berbeda. Untuk kebih jelasnya, silahkan login di akunnya masing-masing jika telah disiapkan tool untuk pembatik level 2. Nantinya akan dibagi ke dalam kelas dan dijelaskan lebih lanjut apa yang harus dilakukan ketika mengikuti Bimtek PembaTIK level 2.

Ikuti semua proses yang telah ditentukan. Semoga dengan segala jerih payah itu, peserta PembaTIK level 2 akan lolos seleksi, sehingga bisa memiliki tiket menuju bimtek level 3. Hanya saja, tidak seluruh peserta level 3 akan diundang ke propinsi. Hanya seorang peserta terbaik mewakili kabupaten masing-masing nantinya yang akan diundang. Bimtek level 3 dilaksanakan secara tatap muka di propinsi masing-masing.(*)

Update: Artikel di atas adalah gambaran tugas PembaTIK Level 2 tahun 2018. Untuk tugas bimtek PembaTIK Level 2 tahun 2019 telah dijelaskan oleh Pak Arif Darmawan dari Pustekkom melalui Video Conference Pembatik Level 2. Silahkan baca tugasnya melalui tautan berikut:

Wednesday, May 15, 2019

Mendagri Minta PP 35 dan 36 Direvisi, THR PNS Bakal Molor atau Tepat Waktu?

Surat Mendagri Permohonan Revisi aturan THR dan Gaji 13
Ilustrasi: Mendagri Minta Revisi PP Nomor 35 dan 36 tentang THR dan Gaji 13 
Peraturan Pemerintah tentang THR dan Gaji 13 telah diteken oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. PP yang dimaksud adalah PP nomor 35 tahun 2019 tentang Gaji ke 13 dan PP Nomor 36 Tahun 2019 tentang Tunjangan Hari Raya (THR). Bagi anda yang belum mengetahuinya, silahkan unduh peraturan pemerintah tersebut melalui tautan berikut:
Usai terbitnya PP tersebut, beberapa waktu lalu Mentri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengirimkan surat permohonan kepada Menteri Keuangan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi agar PP tersebut direvisi. Melalui surat bernomor 188.31/3746/SJ tertanggal 13 Mei 2019 tersebut, Mendagri meminta dilakukan perubahan pada pasal 10 ayat 2 dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2019 dan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2019. 

Tujuan dilakukan perubahan pada PP tersebut adalah agar pemberian gaji ke 13 bagi  Pengawai Negeri Sipil (PNS), pensiunan dan Tunjangan Hari Raya (THR) dapat dipercepat alias tidak molor sesuai dengan yang diharapkan Presiden. Betulkah demikian?

Mendagri mengatakan dalam suratnya, bahwa sesudah dilakukan pencermatan khususnya dalam Pasal 10 ayat (2) kedua PP dimaksud yang memerintahkan teknis pemberian gaji, pensiun, tunjangan ketiga belas dan THR yang bersumber dari APBD diatur dengan Peraturan Daerah akan mengakibatkan pemberian gaji, pensiun, atau tunjangan ketiga belas dan THR tidak tepat waktu. Sebab, penyusunan Perda membutuhkan waktu yang cukup lama. 

Adanya surat tersebut dibenarkan oleh ketiga unsur kementrian, baik dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian PANRB. Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Bachtiar menuturkan bahwa persoalan tentang revisi PP tersebut sudah dibahas dan telah menemukan solusi. 

"Rapat di Kemenpan RB telah disepakati perubahan redaksi pasal 10 ayat 2 PP 35 tahun 2019 dan pasal 10 ayat 2 PP 36 tahun 2019 melalui distribusi II, dimana perubahan redaksi dari Peraturan Daerah (Perda) diubah menjadi Peraturan Kepala Daerah (Perkada)," kata Bachtiar, sebagai dikutip dari Kontan.co.id, Selasa (14/5).
Surat Permohonan Mendagri kepada Menkeu dan MenpanRB Revisi PP 35 dan 36 Tahun 2019
Nufransa Wirasakti, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemkeu juga membenarkan akan dilakukan perubahan atas kedua PP tersebut untuk mempercepat pencairan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pensiunan dan Tunjangan Hari Raya (THR) seperti yang diajukan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri). Menurutnya, proses perubahannya akan melibatkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Sekretariat Negara.

Lebih lanjut Nufransa mengatakan, bahwa nantinya pemberian gaji, pensiun, atau tunjangan ketiga belas dan THR kepada aparatur sipil negara akan diatur melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

"Bila sudah dilakukan perubahan, maka proses lebih lanjut teknis pencairannya berada pada masing-masing pemda," tuturnya kemudian.

Dalam pasal 10 ayat 2 PP nomor 35/2019 memang tertulis, "Ketentuan lebih lanjut mengenai teknis pemberian gaji, pensiun, atau tunjangan ketiga belas yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah diatur dengan Peraturan Daerah."

Juga dalam pasal 10 ayat 2 PP 36/2019 pun mengatur ketentuan mengenai teknis pemberian Tunjangan Hari Raya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah diatur dengan Peraturan Daerah.

Yang menjadi pertanyaan adalah, sebelum peraturan pemerintah tersebut ditanda tangani oleh presiden, apakah hal-hal semacam itu tidak terpikirkan sebelumnya, sehingga tidak harus ada revisi dengan dalih agar bisa turun tepat waktu?

Entahlah. Kita lihat saja.(*)

Monday, May 13, 2019

Iklan Hago Dikecam Karena Lecehkan Guru, Pihak Managemen Bergerak Cepat

Iklan Hago Lecehkan Guru
Dalam sebuah ruang kelas, entah karena melakukan kesalahan apa, seorang murid dihukum berdiri di pojok oleh gurunya. Kedua tangannya menjewer daun telinga, kakinya diangkat sebelah dengan ekspresi wajah ketakutan. Sedang pak guru, yang digambarkan berwajah sangar dan killer asyik mencatat pelajaran di papan tulis. Sebuah bentuk pembelajaran konvensional, yang amat tidak menyenangkan.

Sudah pasti karena pegal, si murid berusaha menurunkan kakinya, sedikit demi sedikit, sembari pandangannya mencari celah kelengahan gurunya. Belum kesampaian niatnya, pak guru memalingkan wajah angkernya dengan mengeluarkan suara. Tentu saja si murid kian gemetar, kaki yang semula hendak diturunkan, diangkat lagi tinggi-tinggi. Seisi kelas menunduk berjamaah, senyap tak bersuara.

Lalu,  seorang murid datang terlambat dengan ekspresi jumawa. Berbanding terbalik dengan keadaan sebelumnya, ekspresi galak sang guru tiba-tiba melunak. Pak guru melongo dengan isi kepala entah menggambarkan apa. Alih-alih bersikap layaknya guru memperingatkan murid yang datang terlambat, ia malah seperti kerbau dungu dicocok hidungnya, atau lebih tepatnya jongos yang menyambut majikan. Pak guru menunduk-nunduk hormat, sambil membantu melepaskan tas si murid, pak guru membawa dan mengiringi murid berjalan ke tempat duduk.

Si murid dipersilahkan, duduk jumawa dengan dagu diangkat tanpa berkata apa-apa, diikuti pandangan takjub murid lainnya. Apa pasalnya murid yang datang terlambat itu diperlakukan demikian? Ternyata si murid songong itu memiliki keahlian bermain game online. Alamakkkk!!!

Akhir cerita, si guru yang tak jago main game itu duduk berdampingan dengan si murid di sebuah taman. Mereka berdua asyik bermain game online melalui gawai masing-masing. Pak guru selalu kalah. Sikap dan ekspresi pak guru mirip pecundang.

Itulah gambaran Iklan Game Online Hago yang tayang di youtube dan sejumlah stasiun televisi beberapa waktu terakhir. Entah, bagaimana sebetulnya cara berpikir si pembuat iklan, materi iklan yang mengusung tagline semua bisa jago dengan main hago itu sangat melecehkan martabat seorang guru. Hanya karena siswa pintar bermain game online, bagaimana seorang guru digambarkan demikian naif dan tak bermartabat. Wajar jika iklan tersebut menuai kecaman dari netizen, terutama dari mereka yang berprofesi sebagai guru.

Rina Maruti misalnya, seorang guru SMA asal jawa barat itu menuliskan protesnya melalui status facebook miliknya. Status berjudul Negeri Edan itu mengecam iklan yang dianggap melecehkan martabat guru itu. Rina betul-betul tak habis pikir, di tengah gencarnya pendidikan karakter, bagaimana video iklan yang sama sekali tak mengindahkan urusan karakter itu bisa lolos sensor.

Baru sehari ditulis, status Rina tersebut telah 12 ribu kali dibagikan di linimasa facebook, pertanda banyak netizen mendukung dan setuju dengan keluhannya. Tak hanya itu, gegara iklan game online itu, bahkan sebuah petisi dilayangkan pada KPI dengan tuntutan agar iklan tersebut dicabut dari peredaran.

Siapapun patut mengelus dada. Meski zaman sedang berada pada revolusi industri 4.0, sehingga generasi milenial akrab dengan teknologi gawai dengan beragam fiturnya, bukan berarti murid bisa berlaku semaunya ketika di sekolah, apalagi berhadapan dengan gurunya dari generasi old yang mungkin terbata-bata dalam mengikuti perkembangan zaman. Lagipula, adakah guru yang berlaku seperti digambarkan video itu dalam kenyataannya?

Petisi Iklan Hago Melecehkan Guru
Petisi Iklan Hago Melecehkan Guru

Respon Cepat Hago Indonesia

Media Sosial memang dahsyat. Setelah status protes Rina Maruti itu dibagikan oleh ribuan orang dalam waktu singkat, pihak Hago Indonesia bertindak cepat dengan menghubungi pemilik status melalui inbox untuk meminta maaf.  Permintaan Maaf dari Hago tersebut kemudian dijadikan status facebook oleh Rina Maruti (13/05):
Klarifikasi Game Online Hago dalam Status Rina Maruti
Klarifikasi Game Online Hago dalam Status Rina Maruti
Hago Indonesia menyatakan, bahwa game online sebenarnya bisa dijadikan alat positif dalam menjalin hibungan baik, misalnya antara guru dan murid. Sayangnya, penggambaran guru yang tidak semestinya dalam video iklan itu yang memang harus dibenahi.

Oleh karena itu, Hago Indonesia mengaku menyesal dan menginformasikan bahwa video iklan tersebut telah dihapus dari seluruh chanel televisi dan akun resmi milik Hago. Saya lantas mencoba membuka link youtube video iklan tersebut, dan ternyata memang sudah dihapus.
Iklan Game Online Hago yang telah Dihapus di Youtube
Iklan Game Online Hago yang telah Dihapus di Youtube
Tak hanya itu, Hago Indonesia juga telah membuat pernyataan permintaan maaf secara resmi terkait tayangan video iklan tersebut.

Berikut pernyataan resmi dari Hago Indonesia:
Permintaan Maaf Video Iklan Hago Indonesia
Pernyataan Resmi Permintaan Maaf Hago Indonesia
Inilah pentingnya kontrol sosial. Andai saja tak ada protes, mungkin pihak Hago Indonesia akan merasa bahwa video iklan itu baik-baik saja, dan tak masalah meski ditonton oleh jutaan pemirsa dengan materi iklan yang tidak sepatutnya.

Bangsa ini memang ajaib. Berkali-kali kesalahan serupa pernah terjadi, tapi entahlah, sepertinya pelakunya tak pernah belajar dari kesalahan.(*)

Sunday, May 12, 2019

Download Aplikasi Raport K13 untuk Kelas 1-6 SD

Aplikasi Raport K13 Kelas 1-6 SD
Aplikasi Raport K13 Hasil Karya Abd. Rohim, Guru SDN Duduklor Lamongan Jawa Timur 
Sahabat Kompi, menjelang berakhirnya tahun pelajaran 2018/2019, para guru pasti akan disibukkan dengan kegiatan penilaian pembelajaran, baik berupa Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) bagi sekolah yang masih menerapkan KTSP, maupun Penilaian Akhir Tahun (PAT) bagi sekolah yang telah menerapkan Kurikulum 2013.

Untuk memudahkan guru dalam melaporkan hasil belajar siswanya kepada orang tua/wali murid dalam bentuk raport, banyak sekali aplikasi yang telah dibuat untuk membantu tugas guru, baik aplikasi sederhana berbasis excell, maupun aplikasi canggih berbasis pemograman lainnya. Jika browsing di internet dengan menggunakan kata kunci aplikasi raport k13 umpamanya, dalam hitungan detik, anda akan mendapatkan link untuk mengunduh aplikasi yang diinginkan.

Setelah mendapatkan izin dari pengembangnya, kali ini admin kompi akan membagikan aplikasi Raport K13 bagi kelas 1-6 SD hasil karya Bpk. Abd. Rohim, S.Pd.I, Guru PAI SD Negeri Duduklor Glagah Lamongan Jawa Timur. Aplikasi karya Pak Rohim ini merupakan aplikasi yang resmi digunakan di Kab. Lamongan Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, bagi guru-guru di luar kab. lamongan juga bisa memanfaatkan aplikasi raport K13 hasil karya Pak Rohim ini karena tidak ada penguncian data wilayah. Sehingga, para guru tinggal mengubah data guru, data sekolah, data peserta didik, maupun data wilayah sesuai dengan tempat mengajar.

Aplikasi Raport K13 SD Karya Abd. Rohim Lamongan
Aplikasi Raport K13 SD Karya Abd. Rohim Lamongan 
Seperti dalam pengantarnya, Aplikasi Rapor K13 ini bertujuan untuk membantu para guru Sekolah Dasar yang telah menerapkan Kurikulum 2013 dalam melaksanakan penilaian rapor (autentic assesment) khususnya penilaian spriritual (KI-1), sosial (KI-2), pengetahuan (KI-3), dan ketrampilan (KI-4) secara sederhana, mudah, dan tidak ribet.

Aplikasi rapor K13 ini disusun dengan merujuk pada peraturan yang berlaku, yakni:
  1. Permendikbud Nomor 20, 21, 22, 23, dan 24 Tahun 2016, dan
  2. Buku Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD) yang dikeluarkan oleh Kemdikbud RI Dirjen Dikdas Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar edisi Desember 2016, serta
  3. Buku Guru dan Buku Siswa Revisi 2017 dan 2018.
Dalam laman facebooknya, Pak Rohim menuturkan, bahwa Aplikasi Raport K-13 hasil karyanya merupakan revisi dari aplikasi yang telah dibuat sebelumnya. Untuk itu beliau menghimbau kepada guru-guru di Kab. Lamongan khususnya, juga seluruh guru yang memanfaatkan hasil karyanya, bahwa untuk kelas 123 semester genap tapel 2018/2019 diharapkan memakai Aplikasi Rapor SD K13 versi 13 (versi smt ganjil kemarin) atau pakai versi 14 (terbaru).

Sedangkan untuk kls 456 smt genap TP 2018/2019, dihimbau menggunakan Aplikasi Rapor SD K13 Versi 14.1 (terbaru). Aplikasi dapat di unduh via link di bawah ini:

01. Rapor SD K13 kls 123 versi 14:
02. Rapor SD K13 kls 456 versi 14.1:

Jika ada kesulitan maupun kendala ketika menggunakan aplikasi, silahkan hubungi pembuatnya melalui nomor kontak yang disediakan di aplikasi. Salam. (*)

Heboh Gagasan Menko PMK Undang Guru dari LN: Undang Guru dan Impor Guru, Apa Bedanya?

Kebijakan Impor Guru Menko PMK Puan Maharani
Menko PMK Puan Maharani mengemukakan gagasan untuk mengundang guru luar negeri ke indonesia
Permasalahan tenaga kerja asing (TKA) mulai mereda, kini muncul lagi kehebohan baru tentang guru asing dari luar negeri yang akan mengajar di Indonesia. Heboh itu menjadi semakin heboh ketika frase mengundang guru itu kemudian di'sinonim'kan oleh media dengan kata impor guru atau guru impor, sebagaimana impor beras, impor bawang putih, impor garam, dan lain-lain. Daya ledaknya tentu menjadi lebih besar. Apalagi efek pilpres belum juga usai.

Kehebohan ini bermula ketika Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, mengemukakan gagasannya untuk mengundang guru atau pengajar dari luar negeri saat menghadiri diskusi Musrenbangnas di Jakarta pada Kamis (9/5/2019). Menurutnya, gagasan mengundang guru dari luar negeri itu dibutuhkan untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang dibutuhkan di Indonesia.

Tak pelak, gagasan tersebut langsung mendapatkan tanggapan beragam. Misalnya Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang menolak tegas wacana tersebut.

Dikutip dari laman pikiran-rakyat.com, bahwa kebijakan mengimpor guru menurut wakil sekjen FSGI, Satriwan Salim, adalah bentuk keputusasaan pemerintah dalam melatih dan memberdayakan guru. Pemerintah sepertinya tidak percaya dengan guru lokal yang profesional dan berkualitas.
baca jugaBalada Seribu Guru Ke Luar Negeri
“Padahal baru beberapa bulan lalu Kemdikbud mengirimkan ribuan guru ke luar negeri. Seharusnya, guru yang dikirim ke luar negeri tersebut diberdayakan untuk melatih guru di dalam negeri, supaya dapat mentransfer ilmu kepada guru-guru di daerah. Ia menilai, impor guru bukan menjadi solusi untuk membenahi rendahnya kualitas pendidikan nasional." tuturnya lebih lanjut,

Senada dengan FSGI, Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim juga mengaku bingung dalam menilai nalar dari Puan Maharani.

Menurutnya, di samping jumlah guru yang berlimpah, kualitas guru dalam negeri sebenarnya memiliki potensi baik. Hanya saja, lantaran beban kurikulum dan beban administrasi yang begitu berat, sehingga membuat mereka disibukkan dengan hal-hal yang tidak perlu.

"Maka, daripada berencana mengimpor guru, pemerintah lebih baik memperbaiki kualitas LPTK dan terus membangun infrastruktur fisik di daerah terluar, terdepan dan tertinggal." ujarnya kemudian.

Berbeda dengan dua organisasi guru di atas, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) justru menyambut baik rencana pemerintah mengundang guru dari Luar Negeri. Kok bisa?

Masalahnya ternyata berada pada kata mengundang guru dan impor guru. Sebab, banyak media memilih kata impor guru dalam menafsirkan pernyataan Menko PMK itu dalam menurunkan beritanya. Akibatnya jelas, efek yang ditimbulkan semakin besar akibat tensi politik selepas plipres yang belum mereda.

Menurut Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi, seperti dilansir Harnas.co di Jakarta, Kamis (9/5), bahwa yang dimaksud mengundang guru itu bukan berarti tenaga pengajar asing didatangkan untuk mengganti guru-guru yang sudah ada, tapi guru-guru yang didatangkan dari luar itu fungsinya untuk memberi masukan atau ajaran kepada guru-guru yang sudah ada, tentang bagaimana cara mengajar yang baik, memberi motivasi untuk mengajar, saling bertukar pengalaman.

Masih menurut Unifah, bahwa guru dari luar negeri itu berfungsi untuk mendorong dan memotivasi guru-guru di Indonesia agar bisa lebih baik . Sifatnya temporer, hanya sementara, mungkin hanya beberapa waktu. Tidak selamanya guru-guru luar negeri itu akan berada di Indonesia.. 

Hanya saja Unifah mengingatkan, mendatangkan tenaga kerja guru dari luar itu tidak mudah. Perekrutan harus dilakukan dengan benar dan jelas terkait kariernya sebagai guru, pengalaman, serta kemampuan. "Kita akan berikan pelatihan-pelatihan pada mereka. Karena mereka nanti yang akan turun untuk mendorong, mengajar, memotivasi guru-guru kita.” demikian tuturnya.

Klarifikasi Menko PMK Melalui Mendikbud

Setelah ramai wacana impor guru dari luar negeri, Menko PMK, Puan Maharani akhirnya meminta bantuan kepada Mendikbud, Muhadjir Effendy agar meluruskan berita yang kadung beredar di tengah masyarakat.

Beredar melalui Grup WA, Mendikbud mengatakan bahwa berita impor guru yang beredar di media itu memang agak menyesatkan. Sebab, Puan tidak mengatakan "impor" tetapi "mengundang" guru untuk TOT, Training Of Trainer.

Gagasan mendatangkan guru atau instruktur dari luar negeri itu dimaksudkan untuk meningkatkan kemahiran guru/instruktur dari Indonesia. Dan itu lebih efisien dibandingkan harus mengirimkan guru/instruktur Indonesia ke Luar Negeri. 

Menurut Mendikbud, mengundang guru dari luar negeri itu tidak hanya berlaku bagi sekolah, tapi juga untuk lembaga pelatihan yang ada di kementrian lain, misalnya BLK. Sasaran utamanya adalah untuk peningkatan kapasitas pembelajaran vokasi di SMK dan STEM (science, technology, engineering, and mathematics).

Namun demikian, masih menurut Mendikbud, bahwa mengirim guru ke Luar Negeri dalam jangka pendek juga tetap dilakukan. Muhadjir berharap, setelah mengirimkan sebanyak 1200 orang guru ke luar negeri, pengiriman guru bisa kembali dilakukan. Pasalnya, target pengiriman guru untuk kursus ke luar negeri tahun ini sejumlah 7000 orang.

Mengundang guru dari luar negeri memang bukan hal yang salah, apalagi jika dilakukan dengan pertimbangan dan kalkulasi yang matang. Tapi apapun alasannya, bersikap inferior dengan menganggap yang dari luar negeri selalu lebih baik adalah pandangan yang perlu dikaji ulang. Sebab, banyak orang-orang hebat dari negeri ini yang justru tidak dihargai di negerinya sendiri sehingga "dimiliki" oleh negara lain.

Orang-orang hebat dalam negeri inilah yang mestinya diberdayagunakan ketimbang melemparkan wacana yang justru kontraproduktif. Bagaimana menurut Anda?(Red)

Berita

Opini

Inovasi Pembelajaran

Info Lomba