Thursday, January 31, 2019

Kalau Ada yang Gratis, Kenapa Harus Bayar?

Pustekkom Kemdikbud
Portal Rumah Belajar
KOMUNITASNGOPI.com - Beberapa waktu terakhir, muncul pesan yang beredar di WA tentang bimbel online berbayar yang sedang booming. Inti pesan tersebut adalah ajakan pemerintah melalui Kemdikbud agar memanfaatkan bimbel online yang gratis dari pemerintah. Bimbel tersebut adalah portal Rumah Belajar yang menyediakan materi, soal-soal, dan video pembelajaran komplit dari guru-guru terpilih dan berprestasi. Salah-satu Duta Rumah Belajar Terbaik adalah Deni Ranoptri.

Sayangnya, meski sifatnya gratis dan bisa diakses oleh siapa saja, portal tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Sejak dirilis pada Maret 2013, jumlah pengguna yang memanfaatkan Rumah Belajar sebanyak 9.561.268 orang dengan usia 18-24 tahun 40,5%, 25-34 tahun 25%, 35-44 tahun 13,3 %, dan 45 tahun ke atas sebanyak 21,2 % . Sekolah yang menggunakan sebanyak 55.371 sekolah, dengan jumlah guru 120.705 dan siswa 343.999 (Sumber: Pustekkom 2019)

Seperti diketahui, Rumah Belajar adalah hasil pengembangan portal sebelumnya yang diluncurkan pada 15 Juni 2011. Rumah Belajar berisi konten bahan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh pendidik dan peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sebagai sumber media pembelajaran.

Rumah Belajar sangat mudah diakses. Begitu di-klik, langsung muncul halaman pertama dengan berbagai menu pilihan kelompok materi belajar. Pada menu Fitur Utama terdapat delapan kelompok konten, yaitu Sumber Belajar, Buku Sekolah Elektronik, Bank Soal, Laboratorium Maya, Peta Budaya, Wahana Jelajah Angkasa, Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, dan Kelas Maya. Sedangkan pada menu Fitur Pendukung terdapat tiga kelompok konten, yaitu Karya Guru, Karya Komunitas, serta Karya Bahasa dan Sastra.

Rumah Belajar juga memberikan layanan ketersediaan sumber media pembelajaran dalam bentuk bahan belajar interaktif yang dilengkapi dengan media pendukung gambar, animasi, video dan simulasi, serta dalam bentuk buku digital. Konten-konten yang ada pada Rumah Belajar tersebut disediakan untuk berbagai tujuan, agar pendidik dan peserta didik dapat melaksanakan pembelajaran secara komprehensif.

Misalnya fitur Peta Budaya, disediakan berbagai macam materi pembelajaran budaya di Indonesia sehingga peserta didik dapat lebih mengetahui dan menghargai keragaman adat istiadat/budaya. Sedangkan Wahana Jelajah Angkasa dikembangkan agar peserta didik lebih mudah mengenal benda-benda angkasa. Selanjutnya, Bank Soal, berisi kumpulan soal-soal latihan/tes. Juga Karya Guru dan Karya Komunitas, memberi kesempatan pendidik mengunggah karya terbaiknya.

Fitur yang lain, yakni Kelas Maya, memberi layanan pendidik dan peserta didik menyelenggarakan kegiatan e-learning atau pembelajaran secara daring (online) kapan saja dan di mana saja sesuai jargon Rumah Belajar. Fitur itu memfasilitasi pembelajaran daring antara pendidik dan peserta didik , baik pada saat jam sekolah maupun di luar jam sekolah (sesuai kesepakatan pendidik dan peserta didik), asalkan guru dan siswa memiliki koneksi internet dan perangkat gawai seperti komputer/laptop/ notebook.

Adapun Laboratorium Maya dapat digunakan peserta didik dan pendidik melakukan percobaan di laboratorium secara virtual (maya). Semua percobaan atau simulasi yang tersedia di Laboratorium Maya dapat diunduh oleh pengguna dengan melakukan login terlebih dahulu. Di fitur ini terdapat konten untuk mata pelajaran IPA dan matematika dengan kategori SMP dan SMA.

Jadi, kalau ada yang gratis. Mengapa harus berbayar? Kunjungi portal Rumah Belajar, Belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja.(*)

Komunitas Ngopi

Jika ingin bermimpi, tidurlah. Tapi ketika ingin mewujudkan mimpi, bangunlah selagi asap kopi masih mengepul. Tabik!

2 komentar

Berkomentarlah yang baik dengan menggunakan bahasa yang sopan. Admin berhak menghapus komentar yang tidak pantas dan menyinggung.

Salam
EmoticonEmoticon