Saturday, January 26, 2019

Pedang Bermata Dua itu Bernama Facebook

DULU sekali sebelum era Whatsapp mulai mengudara, Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se-Jawa Timur pernah mengeluarkan fatwa haram terkait penggunaan Facebook. Fatwa haram tersebut juga berlaku bagi segala jenis media komunikasi lainnya, seperti "audio call", "video call", SMS, 3G, dan lainnya. Meski fatwa tersebut hanya ditujukan pada penggunaan Facebook berlebihan (yang menjurus pada perbuatan mesum dan tidak bermanfaat), namun tak sedikit publik yang menyayangkan. Mereka menilai, munculnya Facebook adalah realitas teknologi yang niscaya. Kemungkinan negatif pemakaiannya memang tak bisa dinafikan. Namun disisi lain, sisi positif yang ditimbulkan juga tak kalah besarnya.

Banyak kejadian-kejadian tak terduga muncul akibat Facebook. Misalnya, kejadian beberapa tahun silam Di Sulawesi Tengah, seorang kakak beradik terpisah hidupnya selama 35 tahun. Nurlian Dehi (42) warga Jalan Maleo, Palu Selatan, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah berpisah dengan Anton Dehi, sang kakak, setelah sebelumnya pamit merantau ke Manado tahun 1974. Awalnya, komunikasi antara keduanya tak ada masalah. Namun dua tahun sejak kepergian Anton, komunikasi terputus total hingga puluhan tahun.

Pertemuan kakak beradik itu bermula ketika Risna, anak Anton mencoba mencari keberadaan keluarga ayahnya melalui situs jejaring sosial Facebook. Risna mencari nama-nama orang yang memiliki nama marga Dehi sebagaimana marga sang ayah. Tak disangka, pencarian berhasil. Risna menemukan orang yang dimaksud. Beberapa waktu kemudian, komunikasi terjalin kian intensif. Kedua saudara itu akhirnya dipertemukan kembali berkat adanya Facebook.

Di tempat berbeda, di sebuah belahan dunia nun jauh di sana, sebuah kisah unik terjadi. Dua orang wanita yang berteman di Facebook begitu shock ketika mengetahui memiliki suami yang sama. Kejadian bermula ketika salah-satu wanita menambahkan teman wanita suami kedalam daftar kontaknya. Ia sama sekali tak menyadari, bahwa wanita itu istri suaminya. Ketika pertemanan berlanjut, dan kedua wanita saling bertukar foto pengantin. Fakta terkuak. Keduanya terkejut ketika menyadari bahwa pria yang berada di pelaminan adalah orang yang sama.

Begitulah, Facebook menawarkan begitu banyak kemungkinan. Berbagai manfaat bisa saja diperoleh jika medsos itu dipergunakan dengan bijak. Namun di sisi lain, petaka akan segera menghampiri jika menggunakannya dengan membabi buta. Betapa banyak kasus-kasus asusila, pemerasan, pemerkosaan, pencemaran nama baik, dan lain-lain yang berujung penjara berawal dari facebook, jauh sebelum kasus 80 juta menimpa sang artis kita.(*)

Komunitas Ngopi

Jika ingin bermimpi, tidurlah. Tapi ketika ingin mewujudkan mimpi, bangunlah selagi asap kopi masih mengepul. Tabik!

Berkomentarlah yang baik dengan menggunakan bahasa yang sopan. Admin berhak menghapus komentar yang tidak pantas dan menyinggung.

Salam
EmoticonEmoticon