Friday, February 8, 2019

MEGA SIGRA, Inovasi Guru SD Terpencil Juarai Inobel 2018

Juara MIPA Inobel 2018
Edi Arham, S.Pi, M.Pd, Juara Inobel Bidang MIPA 2018

KOMUNITASNGOPI.com - “MESKI tepencil, tapi jangan mau dikucilkan. Meski tertinggal, tapi jangan sampai ketinggalan,” Kalimat itulah yang meluncur dari Edi Arham, Guru Sekolah Dasar dari Kab. Konawe Sulawesi Tenggara, sesaat setelah dinyatakan sebagai juara dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kemdikbud tahun 2018, yaitu Inobel, Inovasi Pembelajaran.

Inobel adalah lomba inovasi pembelajaran yang diselenggarakan oleh Dirjen GTK . Ketika itu, inovasi yang dilakukan oleh guru dari SD terpencil itu adalah membuat media pembelajaran bidang MIPA, diberi nama MEGA SIGRA, yaitu Media Peraga Simulasi Gerhana.

Untuk diketahui, Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbud melalui Subdit Kesharlindung tiap tahun selalu mengadakan event-event kegiatan yang bisa diikuti oleh guru-guru dari seluruh indonesia, diantaranya Bimtek Perlindungan Guru, Seminar Pendidikan, Simposium, termasuk didalamnya adalah Inobel. Tahun 2018, rangkaian Inobel dimulai dengan workhshop yang dilaksanakan di Bogor, kemudian dilanjutkan final di Bali pada 17-21 September 2018. Bidang Lomba yang dilaksanakan ada tiga untuk Guru SD, yaitu kategori MIPA, IPSPB, dan SORAM.

Sungguh menarik, meski bertugas di daerah terpencil, tapi semangat Edi Arham luar biasa. Ia tak mau kalah dengan guru-guru lainnya. Pak Eed, demikian ia akrab dipanggil, bahkan berhasil mennyingkirkan guru-guru yang bertugas di wilayah normal dengan sarana prasana sekolah yang serba memadai. Itulah sebabnya, kalimat di awal tadi spontan keluar dari mulutnya ketika memberi sepatah dua kata bagi sang juara ketika pengumuman pemenang Di Vouk Hotel, Bali.

Menurut Pak Eed, bertugas di daerah terpencil justru menjadi tantangan baginya. Ditengah fasilitas yang serba minimal, ia dituntut bisa berbuat maksimal. Maka, yang dipikirkannya adalah bagaimana bisa berinovasi dalam teknologi informasi dengan infrastruktur yang sangat tidak mendukung. Harapannya sederhana, agar anak-anak yang berada di wilayah pedalaman itu bisa mencecap manisnya teknologi, untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam kegiatan pembelajaran.

Edi Arham,S.Pi, M.Pd., guru Sekolah Dasar Lalowata, Kec. Latoma, Kab. Konawe, Prov. Sulawesi Tenggara. Sekolahnya berada di daerah terpencil, yang sama sekali belum tersentuh pembangunan. Beralamat tinggal di Desa Kota Bangun, Kec. Ranomeeto, Kab. Konawe Selatan, Prov. Sulawesi Tenggara, Pak Guru kelahiran 1979 ini bukan kali ini saja menjadi juara. Sebelumnya, Pak Eed juga pernah meraih juara 2 guru berprestasi dan berdedikasi di daerah khusus tingkat nasional. Dalam tahun yang sama, Pak Edi Juga pernah menjadi pemrasaran terbaik 3 Seminar Nasional Guru Berprestasi yang juga dilaksanakan oleh Dirjen GTK.


Mega Sigra, Media Peraga Simulasi Gerhana

Media Peraga Simulasi Gerhana
Media Peraga Simulasi Gerhana (Mega Sigra)

Media Pembelajaran Mega Sigra yang dibuat dan dikembangkan oleh Edi Arham adalah sebuah perangkat simulasi gerhana yang dirangkai dari beberapa bagian pokok yang saling mendukung dalan penggunaannya. Sejumlah rangkaian dibuat dari bahan bekas dan sederhana. Meski demikian, terdapat beberapa bagian yang berbasis teknologi komputer serta menggunakan sumber energi listrik. Disinilah uniknya, media ini bukan hanya manual, tapi dipadukan dengan bahan ajar berbasis TIK.

Yang menjadi pertanyaan, apakah media ini dapat digunakan di sekolah yang berada di daerah terpencil? Bukankah sekolah yang berada di wilayah pedalaman seringkali terkendala oleh prasarana?
“Sangat bisa, “ tukas Pak Eed meyakinkan karena telah membuktikannya, “Mega Sigra tetap bisa digunakan di sekolah yang belum dilengkapi fasilitas listrik dan internet. Kelebihan inilah yang menjadikan Mega Sigra bisa diterapkan di sekolah-sekolah lain yang minim fasilitas. Mega Sigra juga sebuah media pembelajaran simulasi gerhana yang belum pernah ada sebelumnya."

Juara Inobel 2018Keyakinan Pak Eed, Mega Sigra adalah media peraga yang lebih baik, efektif dan praktis digunakan di sekolah manapun. Keyakinan ini didasari pada beberapa hasil inovasi pembelajaran lain yang telah dikembangkan sebelumnya. Rata-rata, inovasi yang dilakukan oleh guru lain telah membawa dampak positif pada peningkatan hasil belajar siswa. Padahal inovasi tersebut lebih sederhana dan belum mampu mendeskripsikan proses terjadinya gerhana. Termasuk juga inovasi pembelajaran berbasis teknologi yang sulit untuk diimplementasikan di sekolah-sekolah terpencil.

Dalam pengembangannya, Mega Sigra telah direvisi beberapa kali berdasarkan masukan sejumlah guru dan hasil uji coba. Tujuannya untuk meningkatkan fungsi, manfaat dan tampilannya agar lebih menarik. Selain itu, tahapan-tahapan yang dilakukan juga membuat Mega Sigra semakin berbeda dengan karya inovasi pembelajaran serupa yang telah lebih dulu dikembangkan.

Beberapa perbedaan signifikan Mega Sigra bila dibandingkan dengan media simulasi gerhana lainnya terletak pada kemampuan miniatur bumi (globe mini) dan miniatur bulan (bola pimpong) yang berputar secara otomatis beredar pada porosnya. Mega Sigra juga dilengkapi dengan kamera yang berfungsi untuk merekam gambar atau video terjadinya gerhana matahari dan bulan. Perbedaan lain adalah miniatur matahari (bola pelampung jaring) yang telah dilengkapi lampu LED yang dapat diatur intensitas cahayanya melalui saklar otomatis. Kelebihan lainnya yang terutamana adalah sangat mudah digunakan oleh guru dan siswa.

Mega Sigra adalah Media Peraga. Keberhasilannya tentu tergantung pada sejauh mana keefektifannya dalam mengantarkan anak-anak mencapai tujuan belajar. Berdarkan hasil uji efektifitas yang telah dilakukan, Mega Sigra terbukti sangat efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran, khususnya Materi IPA di sekolah dasar. Hal ini terlihat dari rata-rata hasil belajar posttest yang dicapai siswa sebesar 83,7, jauh melampaui nilai pretest sebesar 37,5 dan nilai KKM yang ditetapkan sebesar 70. Nilai ini juga jauh melampaui rerata capaian belajar siswa kelas VI pada tahun 2016 yaitu sebesar 63,5 dan pada tahun 2017 sebesar 67,5.

Mega Sigra telah menjadi juara pada Tahun 2018. Saat ini, Inobel 2019 telah di depan mata. Sudah siapkah kita dengan inovasi pembelajaran yang betul-betul unik, agar bisa diikut-sertakan dalam event Perlombaan Inovasi Pembelajaran Kesharlindungdikdas tahun 2019?

Sebagai bahan referensi, silahkan unduh naskah Inovasi Pembelajaran karya Pak Edi Arham dengan mengklik tautan di bawah ini.(*)
NASKAH INOVASI PEMBELAJARAN MEGA SIGRA

Komunitas Ngopi

Jika ingin bermimpi, tidurlah. Tapi ketika ingin mewujudkan mimpi, bangunlah selagi asap kopi masih mengepul. Tabik!

Berkomentarlah yang baik dengan menggunakan bahasa yang sopan. Admin berhak menghapus komentar yang tidak pantas dan menyinggung.

Salam
EmoticonEmoticon