Friday, March 29, 2019

Agar Artikel Bisa Lolos Seleksi dalam Perlombaan Inobel Tahun 2019

Agar Bisa Lolos Inobel 2019

Bagi guru-guru yang telah mendaftarkan diri pada Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran Tahun 2019 melalui akun Kesharlindung, tentu berharap jika naskah yang dikirimkan akan lolos seleksi sehingga bisa mengikuti tahap perlombaan Inobel berupa Workshop Inovasi Pembelajaran.

Karya Inovasi yang dihasilkan memang berupa produk, baik media pembelajaran, strategi pembelajaran, dan lain-lain. Proses penemuan dan penciptaan produk itulah yang harus ditulis dalam sebuah Karya Tulis Ilmiah untuk Karya Inovasi Pembelajaran, dan dikirimkan ke Panitia Perlombaan Inobel Tahun 2019.

Bagaimanakah caranya agar Karya Tulis yang telah dibuat itu bisa lolos seleksi? Tentu ada banyak faktor. Dalam artikel ini, faktor yang akan dibahas agar Artikel Inovasi Pembelajaran bisa lolos seleksi adalah mengikuti Sistematika Penulisan Karya Tulis Ilmiah, seperti yang telah dibahas dalam artikel sebelumnya.
Silahkan Baca: Sistematika Penulisan Perlombaan Inobel Tahun 2019 
Berikut ini adalah penjelasan per komponen Sistematika Penulisan:

A. Komponen Judul
Judul harus memuat nama karya inovasi yang dikembangkan dan masalahnya, ditulis dalam huruf kapital, singkat (maksimum 20 kata), jelas, padat, dan informatif serta ditulis dalam kalimat pernyataan.

Contoh: 
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN MOMO (MONOPOLI MORAL) PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS 5 SD NEGERI KOTA SURABAYA
B. Komponen Pendahuluan
Pendahuluan terdiri dari:
(1) Latar Belakang; 
(2) Rumusan Masalah; 
(3) Tujuan; dan 
(4) Manfaat.

1. Latar Belakang 
Latar belakang disusun secara sistematis dengan memaparkan kondisi ideal berdasarkan teori atau kebijakan, kondisi saat ini, gap antara kondisi ideal dengan kondisi saat ini, masalah yang terjadi dan penyebabnya, karya inovatif untuk memecahkan masalah, urgensi karya inovatif yang dikembangkan, dan penegasan tujuan inovasi pembelajaran.

Latar belakang yang disusun harus memiliki kejelasan alur pikir antara pemilihan judul dengan tujuan inovasi pembelajaran yang diajukan serta urgensi pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Contoh: 
Alinea 1 (Kondisi Ideal): 
Menurut Effendi (2010, hlm. 12) pembelajaran di SD idealnya dilakukan secara tematik dan terpadu sesuai dengan karakteristik peserta didik SD yaitu berpikir konkret dan holistik.....

Alinea 2 (Kondisi Saat Ini dan Masalah): 
Pembelajaran yang dilakukan khususnya di SD Pelangi belum memperhatikan karakteristik peserta didik SD, pembelajaran didominasi dengan ceramah oleh guru tanpa melibatkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dasar. Hal ini berakibat pada rendahnya pemahaman peserta didik tentang materi yang sedang dipelajari.....

Alinea 3 (Karya Inovatif): 
Pembelajaran tentang pengetahuan konseptual yang bersifat abstrak misalnya Hidup Rukun diperlukan sebuah media pembelajaran yang dapat menjembatani tahap berpikir peserta didik SD dan sesuai dengan karakteristik peserta didik SD. Media pembelajaran yang dimaksud adalah media permainan Momo (Monopoli Moral).....

Alinea 4 (Urgensi Karya Inovatif): 
Media pembelajaran animasi tematik ini dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik materi dan kompetensi dasar. Melalui media animasi tematik ini, siswa difasilitasi untuk menangkap ide atau gagasan tentang materi yang abstrak misalnya tentang Hidup Rukun sehingga mereka dapat menjelaskan makna hidup rukun dan manfaatnya........

2. Rumusan Masalah 
Rumusan masalah disusun sesuai dengan permasalahan yang dihadapi pada pelaksanaan pembelajaran yang menyebabkan pencapaian tujuan pembelajaran tidak optimum. Masalah hendaknya dirumuskan secara jelas, tidak memiliki makna ganda, dan dapat dituangkan kedalam kalimat tanya. Rumusan masalah hendaknya menunjukkan hubungan antara dua atau lebih variabel (masalah dan karya inovatifnya) dan dapat diuji secara empirik.

Contoh: “ Apakah media animasi tematik dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN Pelangi tentang Hidup Rukun?”

3. Tujuan 
Tujuan dituliskan menyesuaikan dengan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Tujuan berisi poin-poin sasaran yang akan dicapai dari inovasi pembelajaran yang diajukan sehingga urgensi pencapaian tujuan pendidikan nasional diperkirakan dapat dicapai.

Contoh: “ Tujuan dikembangkannya karya inovatif berbentuk media animasi tematik ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN Pelangi tentang Konsep Hidup Rukun”

4. Manfaat 
Manfaat dituliskan dalam bentuk poin-poin yang mungkin diperoleh secara praktis dari implementasi inovasi pembelajaran yang dihasilkan diantaranya manfaat bagi siswa.

Contoh: “ Meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep-konsep dalam pembelajaran khususnya konsep Hidup Rukun”

C. Komponen Landasan Teori 
Landasan teori dapat berupa konsep-konsep umum, prinsip-prinsip umum, unsur-unsur yang menjelaskan karya inovatif yang dikembangkan. Landasan teori merupakan teori yang melandasi penyusunan karya inovasi pembelajaran yang mendukung bahwa karya tersebut dapat digunakan untuk mengatasi atau memecahkan masalah yang dihadapi pada pelaksanaan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimum. 

Dengan demikian, landasan teori terdiri dari: 
  1. Konsep/ Teori yang Melandasi Karya Inovasi Pembelajaran,dan 
  2. Rancangan Karya Inovasi Pembelajaran. Rancangan karya inovasi pembelajaran berisi alternatif bentuk karya inovasi pembelajaran yang mungkin diperoleh dari implementasi teori yang menjadi landasan inovasi pembelajaran.
Dalam menuliskan landasan teori, penulis harus menuliskan hasil pemaknaannya pada teori yang dirujuknya. Pemaknaan dapat dilakukan dengan cara mengkritisi, menuliskan kontradiksi, atau menuliskan parafrase dari teori yang dirujuknya.

Contoh: 
  1. Media Animasi Tematik  Menurut Ahlan (2012, hlm. 34) media merupakan .......................
  2. Rancangan Karya Inovasi Pembelajaran  Berdasarkan landasan teori di atas, penulis telah mengembangkan karya inovatif berbentuk media animasi tematik dengan rancangan sebagai berikut..

D. Komponen Karya Inovasi Pembelajaran
1) Ide Dasar 
Ide dasar berisi tentang konsep dasar (teori) yang digunakan atau dirujuk dalam mengembangkan karya inovasi pembelajaran yang diajukan, jenis inovasi pembelajaran yang dirancang, desain/ rancang bangun, dan definisi operasional dari karya inovasi pembelajaran yang dikembangkan.

Definisi operasional merupakan definisi kerja dari karya inovatif yang dikembangkan yang memiliki karakteristik pembeda dengan definisi yang lain, dapat diukur dengan instrumen pengungkap datanya, dan terdapat indikator yang mampu dioperasionalkan.

Contoh: “ Menurut Toto (2013, hlm. 45) media animasi merupakan .................... . Sedangkan Dadang (2016, hlm. 32) menyatakan bahwa pembelajaran di SD idealnya dilakukan secara tematik. Berdasarkan pendapat di atas, penulis telah mengembangkan karya inovatif berbentuk media animasi tematik dengan desain sebagai berikut .................................. 
Adapun yang dimaksud dengan media animasi tematik adalah .......................................dengan karakteristik sebagai berikut ..........................................

2) Proses Penemuan/ Pembaharuan
Bagian ini terdiri dari penjelasan pendekatan kerja yang digunakan meliputi kajian teori pendekatan kerjanya, analisis kebutuhan, deskripsi prototipe produk/ karya, simulasi penggunaan/ penerapan, revisi dan deskripsi model produk revisi, pengujian model, revisi dan deskripsi produk akhir (kalau dilakukan pengujian).

Contoh: Karya inovatif berbentuk media animasi tematik ini dikembangkan melalui peneltian dengan metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development). Menurut Karnoto (2015, hlm. 56) desain penelitian R & D terdiri dari tahapan sebagai berikut:...........  Analisis kebutuhan dilakukan dengan cara ....................................................................... Hasil analisis kebutuhan menjadi dasar dikembangkannya prototipe karya berbentuk media animasi tematik sebagai berikut ............................................................................

Prototipe media animasi tematik diuji secara terbatas melalui simulasi penggunaannya terhadap siswa model yaitu guru-guru SDN Pelangi. Simulasi dilakukan dengan cara ............................................ Berikut hasil uji coba prototipe media animasi tematik bersama guru-guru SDN Maju Bersama .......... Berdasarkan temuan ketika dilakukan uji terbatas, prototipe media animasi tematik direvisi menjadi model media animasi tematik sebagai berikut ......... dll.”

3) Aplikasi Praktis dalam Pembelajaran
Bagian ini memaparkan tentang kebermanfaatan karya inovasi pembelajaran yang dibuat dan langkah-langkah atau prosedur penggunaan/ penerapannya.

Contoh: “ Media animasi tematik dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep-konsep yang dipelajari dalam pembelajaran tematik khususnya tentang Hidup Rukun jika digunakan sesuai dengan langkah-langkah atau prosedur penggunaannya. Berikut adalah langkah-langkah dalam menggunakan media animasi tematik agar pembelajaran efektif ......”

4) Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran 
Bagian ini memaparkan tentang teknik pengumpulan data proses dan hasil penggunaan karya inovasi dalam pembelajaran beserta deskripsi data proses dan hasil penggunaan karya inovasi pembelajaran.

Contoh: “ Media animasi tematik ini digunakan dalam pembelajaran di kelas IV SDN Pelangi tentang tema Hidup Rukun dalam Perbedaan. Data proses berupa penggunaan media animasi tematik dalam pembelajaran yang dikumpulkan dengan teknik observasi menggunakan lembar observasi penggunaan media animasi tematik. Berikut merupakan data-data proses terkait penggunaan media animasi tematik ...................................................................................... 

Sedangkan data hasil berupa pemahaman konsep siswa tentang hidup rukun yang dikumpulkan dengan teknik tes menggunakan lembar evaluasi tentang Hidup Rukun dalam Perbedaan. Berikut merupakan data-data hasil belajar siswa tentang pemahaman konsep setelah digunakan media animasi tematik dalam pembelajaran. .................................................”

5) Analisis Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran 
Bagian ini mendeskripsikan hasil pengolahan data dan pemaknaannya berdasarkan analisis data secara kuantitatif dan/ atau kualitatif (bergantung jenis datanya).

Contoh: Analisis data berupa proses penggunaan media animasi tematik yang digunakan adalah analisis data secara kualitatif model Miles dan Hubberman yang terdiri dari tiga tahap yaitu: 
(1) mereduksi data; 
(2) mendisplay data; dan
(3) memverifikasi data. 
Tahapan pada analisis data kualitatif model Miles dan Hubberman secara rinci dijelaskan sebagai berikut: ......................................................... Analisis data berupa pemahaman konsep siswa tentang hidup rukun dalam perbedaan yang digunakan adalah analisis data secara kuantitaif dengan menghitung rerata kemampuan pemahaman konsep siswa dan menghitung prosentase siswa di atas/ di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan rumus sebagai berikut............................................... Tingginya kemampuan pemahaman konsep siswa diduga disebabkan oleh media animasi tematik dalam pembelajaran yang telah digunakan secara efektif. Hal ini sesuai dengan pendapat Toto (2016, hlm. 52) yang menyatakan bahwa ...................................”

6) Diseminasi 
Bagian ini memaparkan tentang teknik diseminasi yang telah atau akan dilakukan untuk menyosialisasikan hasil karya inovasi pembelajaran pada rekan-rekan guru lain dalam lingkup sekolah, gugus/ MGMP, atau lingkup yang lebih besar.

Contoh: “ Media animasi tematik ini telah didiseminasikan melalui artikel ilmiah yang dimuat dalam Jurnal Pedagogik Pendidikan Dasar. Selain itu, diseminasi juga dilakukan melalui seminar di gugus 1 Kota Bandung yang diikuti oleh guru-guru dan pengawas di gugus 1 Kota Bandung.........dll.”

E. Komponen Penutup
1) Kesimpulan 
Kesimpulan merupakan jawaban yang diperoleh secara empirik dari rumusan masalah berbentuk poin-poin capaian yang diperoleh dari karya inovasi pembelajaran. Poin-poin pada kesimpulan dituliskan sesuai dengan banyaknya rumusan masalah yang telah dirumuskan. Kesimpulan dituliskan berdasarkan data dan pembahasan di Bab IV.

Contoh: “ Media animasi tematik dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN Pelangi tentang konsep Hidup Rukun dalam Perbedaan. Rerata kemampuan pemahaman konsep siswa setelah digunakan media animasi tematik dalam pembelajaran adalah ......., dll.”

2) Saran 
Saran dituliskan dalam bentuk spesifik sesuai dengan data atau temuan pada Bab IV berbentuk poin-poin/ catatan praksis yang perlu dilakukan di masa datang yang diperkirakan dapat menyempurnakan karya inovasi pembelajaran yang dikembangkan.

Contoh: Dalam menggunakan media animasi tematik ini, guru sebaiknya ................................”

F. Daftar Pustaka 
Daftar pustaka dituliskan secara konsisten mengacu pada salah satu gaya penulisan misalnya APA atau MLA, dan lain-lain. Semua sumber yang dirujuk di dalam naskah harus dicantumkan di dalam Daftar Pustaka. Sumber pustaka disarankan diterbitkan 5 tahun terakhir. Istilah daftar pustaka atau referensi digunakan dalam bahan ajar ini sesungguhnya untuk menekankan bahwa sumber-sumber yang dikutip pada bagian tubuh (isi) teks dipastikan ditulis pada daftar rujukan atau referensi, begitu pula sebaliknya. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mendorong dan meminimalisasi potensi praktik plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah.

Komunitas Ngopi

Jika ingin bermimpi, tidurlah. Tapi ketika ingin mewujudkan mimpi, bangunlah selagi asap kopi masih mengepul. Tabik!

Berkomentarlah yang baik dengan menggunakan bahasa yang sopan. Admin berhak menghapus komentar yang tidak pantas dan menyinggung.

Salam
EmoticonEmoticon