Thursday, April 4, 2019

Teknik Menulis Sumber Rujukan dalam Daftar Pustaka


Dalam penulisan karya ilmiah, terutama artikel untuk kegiatan di Kesharlindung Dikdas, unsur terpenting yang harus diperhatikan adalah penulisan sumber rujukan dalam Daftar Pustaka. Daftar Pustaka ini erat kaitannya dengan Sistematika Penulisan. Tentang Sistematika Penulisan Karya Tulis Ilmiah untuk Lomba Inovasi Pembelajaran 2019. Silahkan baca:
Sistematika Penulisan Karya Tulis Inobel 2019
baca juga:
Bagaimana Menulis Karya Ilmiah Untuk Inobel?
Istilah daftar pustaka atau referensi digunakan untuk menekankan bahwa sumber yang dikutip pada bagian tubuh (isi) teks dipastikan ditulis pada daftar rujukan atau referensi, begitu pula sebaliknya. Ini dilakukan agar Karya tulis betul-betul bisa dipertanggungjawabkan dan mendorong meminimalisasi potensi praktik plagiarisme

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis daftar rujukan dengan menggunakan sistem APA:
  1. Memasukkan nama keluarga semua penulis dan inisialnya sampai dengan tujuh penulis. Apabila lebih dari tujuh, maka yang ditulis adalah sampai penulis yang keenam kemudian diberi tanda titik tiga kali lalu dituliskan nama penulis terakhirnya sebelum tahun penulisan.
  2. Jika ada nama keluarga dengan inisial penulis yang mirip, maka nama lengkap inisialnya ditulis dalam kurung sebelum tahun penulisan.
  3. Untuk penulis berupa kelompok atau institusi, nama institusinya ditulis dengan jelas.
  4. Untuk rujukan pada buku yang disunting, masukkan nama penyunting di posisi penulis, dan berikan tulisan (Penyunting).
  5. Tahun penerbitan ditulis dalam kurung didahului dan diakhiri dengan tanda titik. Untuk jenis rujukan berupa majalah, newsletter, atau yang lain, ditulis tahun jelas dan tanggal lengkap publikasinya. Penulisannya dipisahkan dengan tanda koma dan diikuti nomor dalam tanda kurung.
  6. Jika tak ada keterangan waktu penulisan, maka dituliskan dengan t.t. dalam kurung.
  7. Terkait judul buku, artikel atau bab, huruf kapital hanya dipergunakan untuk kata pertama pada judul dan subjudul bila ada, dan kata yang masuk kategori proper noun.
  8. Penulisan judul jurnal, majalah, dan newsletter, ditulis kombinasi huruf kapital dan huruf kecil. Intuk nama sumbernya ditulis miring.
  9. Kota penerbitan harus dituliskan dengan jelas, diikuti dengan nama penerbitnya.

Beberapa contoh teknis penulisan daftar rujukan atau referensi dengan sistem APA dapat dilihat pada bagian di bawah ini.

Buku 
Penulisan daftar rujukan yang berupa buku dalam sistem APA mengikuti urutan seperti berikut, yakni:
  • nama belakang penulis;
  • nama depan (inisialnya saja);
  • tahun penerbitan (dalam kurung, diawali dan diakhiri titik);
  • judul buku dicetak miring (huruf pertama dari kata pertama, nama tempat, atau nama orang dari judul sumber ditulis dengan huruf kapital), diakhiri dengan titik;
  • edisi (kalau ada), kota tempat penerbitan, diikuti oleh titik dua dan penerbit.
Contoh-contoh spesifik penulisan daftar rujukan buku dengan beberapa variasi dapat dilihat pada bagian di bawah ini.

1) Buku ditulis oleh satu orang:

Poole, M.E. (1976). Language utilization and Social class. Brisbane: University of Queensland.

2) Buku ditulis dua atau tiga orang:

Burden, P.R. & Byrd, D.M. (2010). Methods for effective teaching. Boston: Pearson.
Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2011). Models of teaching. Boston: Pearson.

3) Buku ditulis oleh lebih dari tiga orang:

Emerson, L. dkk. (2007). Writing guidelines for education students. Melbourne: Thomson.

4) Sumber ditulis oleh satu orang dalam beberapa buku yang berbeda:

Halliday, M. A. K. (1985a). Spoken and written language. Geelong: Deakin University Press.
Halliday, M. A. K, (1985b). An introduction to functional grammar. London: Edward Arnold.
Halliday, M. A. K. (1985c). Aspects of language in a social semiotic perspective. Melbourne: Deakin University Press.

5) Penulis sebagai penyunting:

Philip, H.W.S. & Simpson, G.L. (Penyunting). (1976). Australia of education today and tomorrow. Canberra: Australian National Commission.

6) Sumber merupakan bab dari buku:

Coffin, C. (1997). An investigation into secondary school history. Dalam F. Christie & J.R. Marton (Penyunting), Social processes in the workplace and school (hlm. 195 -232). New York: Continuum.

Artikel jurnal 

Penulisan artikel jurnal dalam daftar rujukan mengikuti urutan sebagai berikut:
  • nama belakang penulis;
  • nama depan penulis (inisialnya saja);
  • tahun penerbitan (dalam tanda kurung diawali dan diikuti tanda titik)
  • judul artikel (ditulis tidak dicetak miring dan huruf pertama dari kata pertama, atau nama tempat, atau nama orang dalam judul ditulis dengan huruf kapital);
  • judul jurnal (dicetak miring dan setiap huruf pertama dari setiap kata dalam nama jurnal ditulis dengan huruf kapital kecuali kata tugas) diikuti dengan koma;
  • nomor volume dengan angka Arab;
  • nomor penerbitan ditulis dengan angka Arab di antara tanda kurung;
  • nomor halaman mulai dari nomor halaman pertama sampai dengan nomor terakhir.
Contoh:
Setiawati, L. (2012). Studying on the teaching talk at an EYL classroom. Cunaplin Jurnal: Indonesian Journal of Appliying Linguistics, 1 (2), hlm. 176─178.

Selain buku dan artikel jurnal
Di bawah ini adalah contoh penulisan rujukan dengan menggunakan sumber tulisan selain buku dan artikel jurnal.

a. Skripsi, tesis, atau disertasi:
Rakhman, A. (2008). Teaching and studiying code switching in English foreign language (EFL) classroom. (Tesis). Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

b. Publikasi departemen atau lembaga pemerintah:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1998). Petunjuk pelaksanaan beasiswa dan dana bantuan operasional. Jakarta: Depdikbud.

c. Dokumen atau laporan:
Panitia Proyek Pengembangan Pendidikan Guru. (1983). Laporan penilaian proyek pengembangan pendidikan guru. Jakarta: Depdikbud.

d. Makalah dalam prosiding konferensi atau seminar:
Sudaryat, Y. (2013). Menguak nilai filsafat pendidikan Sunda dalam ungkapan tradisional sebagai upaya pemertahanan bahasa daerah. Dalam M. Fasya & M. Zifani (Penyunting), Prosiding Seminar Linguistik UPI (hlm. 432-435). Bandung: UPI Press.

e. Artikel Surat kabar:
Sujatmiko, I. G. (2013, 23 Agustus). Reformasi, kekuasaan, dan korupsi. Kompas, hlm. 6.

f. Sumber dari internet

1) Karya perorangan:
Thomson, A. (1998). The adult and the curriculum. [Online]. Diakses dari http://www.ed.uiuc.edu/EPS/PES-Yearbook/1998/thompson.htm.

2) Pesan dalam forum online atau grup diskusi online:
Pradipa, E. A. (2010, 8 Juni). Memaknai hasil gambar anak usia dini [Forum online]. Diakses dari http://www.paud.int/gambar/komentar/Weblog/806.

3) Posel dalam mailing list:
Riesky (2013, 25 Mei). Penelitian kualitatif dalam pengajaran bahasa [Posel mailing list]. Diakses dari http://bsing.groups.yahoo.com/group/ResearchMethods/message/581

Ada beberapa catatan penting yang harus dicermati dari penulisan daftar rujukan atau referensi di atas.
  • Contoh-contoh di atas merupakan pola rujukan dari beberapa jenis dokumen yang sering dipergunakan dalam karya ilmiah. Tidak semua dicontohkan pada pedoman ini. Untuk jenis rujukan khusus lainnya, silakan mengacu pada buku Publication manual of the American Psychological Association (2010) edisi keenam.
  • Beberapa contoh di atas tidak merupakan sumber yang benar-benar nyata dan dapat diakses. Jadi penulisan sumber tersebut hanya untuk contoh.
  • Jika penulisan karya ilmiah menggunakan bahasa Inggris, maka silakan ikuti sistem APA sesuai aslinya dalam bahasa Inggris.

Komunitas Ngopi

Jika ingin bermimpi, tidurlah. Tapi ketika ingin mewujudkan mimpi, bangunlah selagi asap kopi masih mengepul. Tabik!

Berkomentarlah yang baik dengan menggunakan bahasa yang sopan. Admin berhak menghapus komentar yang tidak pantas dan menyinggung.

Salam
EmoticonEmoticon