Monday, May 6, 2019

Pengalaman Mengikuti Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2019

Juara OGN Tahun 2019
Pemenang Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2019
Bisa mengikuti kegiatan di tingkat nasional adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Setidaknya, itulah yang pernah dirasakan oleh guru ketika terpilih sebagai peserta dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) melalui Subdit Kesharlindung Dikdas dan Dikmen. Tidak terutama agar bisa menjadi "juara", tapi bisa menyisihkan ratusan atau bahkan ribuah guru dari seluruh indonesia dalam proses seleksi adalah prestasi tersendiri.

Lazim diketahui, di tengah era keterbukaan informasi, Dirjen GTK membuka peluang bagi guru agar bisa mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh pusat. Ada banyak kegiatan kesharlindung yang bisa diikuti oleh guru untuk mengembangkan kompetensinya. Diantaranya adalah Seminar PTK, Workshop Perlindungan Guru, Perlombaan Inovasi Pembelajaran (Inobel), Guru Berdedikasi, Olimpiade Guru Nasional (OGN), dan lain-lain.

Semua kegiatan tersebut terbuka untuk guru dari seluruh indonesia. Syaratnya, para guru yang ingin berpartisipasi harus siap berkompetisi dengan guru-guru lain dari seluruh pelosok nusantara. Saat ini, Subdit Kesharlindung memang memberikan akses kepada setiap guru untuk membuat akun di laman https://kesharlindung.pgdikdas.kemdikbud.go.id/portal. Melalui akun tersebut, guru bisa memantau setiap kegiatan yang akan dilaksanakan.

Jika berniat ingin mengikuti kegiatan, maka guru harus mengirimkan sejumlah persyaratan, baik syarat administratif maupun naskah artikel melalui akun yang dimiliki. Naskah artikel itulah yang akan dinilai kelayakannya bersama dengan ribuan naskah guru-guru lain dari seluruh Indonesia.

Beberapa kegiatan yang sudah dibuka tahun 2019 adalah perlombaan inovasi pembelajaran (inobel, deadline 30 Mei 2019), Workshop Perlindungan Guru (Sudah ditutup, Naskah dalam proses penilaian), Guru Berdedikasih, dan yang baru saja berakhir adalah Olimpiade Guru Nasional (OGN).

Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2019

Kegiatan yang baru saja selesai dilaksanakan oleh Kesharlindung adalah Olimpiade Guru Nasional (OGN) Tahun 2019. Khusus untuk Dikdas, OGN merupakan ajang kompetisi bagi guru untuk meningkatkan wawasan pengetahuan, motivasi, profesionalisme, dan kerja keras dalam mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan budaya di kalangan guru SD dan SMP.

Untuk guru SD, bidang yang dilombakan adalah Tematik dan Matematika. Sedangkan bagi Guru SMP, bidang yang dilombakan adalah mata pelajaran Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, OGN 2019 dilaksanakan melalui 2 (dua) jalur, yaitu Jalur Seleksi Berjenjang yang diselenggarakan di 33 Propinsi di seluruh indonesia, dan Jalur Seleksi Daring Terpusat yang dilaksanakan secara online melalui laman https://kesharlindung.pgdikdas.kemdikbud.go.id/portal. Dari seleksi tersebut, telah ditetapkan 280 finalis OGN 2019, yang terdiri dari 238 peserta dari Jalur Seleksi Berjenjang, dan 42 peserta dari Jalur Daring Terpusat.

Salah seorang peserta finalis OGN 2019 adalah Sucik Ike Wahyuni, Guru SDN Tamanan I Bondowoso Jawa Timur. Ike Wahyuni terjaring sebagai finalis OGN 2019 melalui Jalur Seleksi Daring Terpusat. Artinya, ia mendaftarkan diri sebagai peserta OGN 2019 melalui pendaftaran online di akun kesharlindung dikdas, tidak melalui pendaftaran berjenjang yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota hingga Propinsi.

Nama lainnya adalah Babun, S.Pd.SD, Guru SDN Ngepung Probolinggo Jawa Timur. Seperti Ike Wahyuni, Pak Babun, yang merupakan alumni Finalis Inobel Tahun 2018 juga terjaring melalui Seleksi Daring Terpusat.


Finalis OGN 2019 Jalur Daring Terpusat
Babun, S.Pd.SD, Finalis OGN dari Probolinggo Jawa Timur
Pengalaman Ike Wahyuni sebagai Finalis OGN Tahun 2019 dituliskannya melalui akun facebook miliknya:

"Berangkat sebagai finalis dalam ajang tingkat nasional adalah kebanggaan tersendiri bagi saya. Setelah melalui rangkaian seleksi daring terpusat, mengantarkan saya bisa berada dalam persaingan guru-guru hebat dari 34 provinsi se-Indonesia. Terimakasih atas semua support dan doa. Mohon maaf belum berhasil sebagai juara. Semoga kedepannya bisa meraih prestasi lebih baik lagi. Aminn." demikian bunyi statusnya.

Finalis OGN 2019 Jalur Daring TerpusatIke Wahyuni lantas menuturkan, bahwa tidak mudah mendapatkan kesempatan sebagai peserta Olimpiade Nasional Guru (OGN) 2019, meski hanya sekedar sebagai finalis, bukan sebagai juara.

Semuanya berawal dari tekadnya mengikuti uji kompetensi sabagai pendidik, ia kemudian memberanikan diri mendaftar OGN 2019 melalui seleksi Jalur Daring Terpusat, karena Dinas Kabupaten tempatnya bertugas tidak mengadakan Seleksi Berjenjang.

Tahap awal yang dilakukan adalah melengkapi berkas-berkas administrasi yang dipersyaratkan, diantaranya adalah membuat Surat Ijin mengikuti lomba dari Kepala Sekolah. Selain itu, ia juga harus menulis sebuah artikel terkait mata pelajaran yang dipilih. Awalnya, Ike memilih mapel tematik, namun di pertengahan jalan, ia beralih ke mata pelajaran matematika dan mengirimkan artikel matematika.

Ketika pengumuman dilaksanakan, ia ditetapkan sebagai  peserta lulus artikel sehingga berhak mengikuti tes seleksi daring. Dalam pengumuman itu, namanya tidak tercantum sebagai peserta mapel matematika, namun tetap sebagai peserta tematik seperti ketika awal kali melakukan pendaftaran.

Ujian online pun dilaksanakan. 15 soal HOTS pilihan ganda harus diselesaikan dalam waktu 30 menit. Saat itulah ia harus berjuang keras melaksanakan ujian dikarenakan server yang overload sehingga sering terjadi error lost connection. Mau tidak mau, konsentrasinya terpecah antara mengerjakan soal dengan berjuang melawan server. Namun ia tetap bersyukur, dalam keadaan demikian ia masih bisa menjawab seluruh soal sebelum waktu usai.

Ketika namanya tertulis di deretan pertama sebagai 6 besar Mapel Tematik sehingga dipanggil menuju Jakarta, tentu perasaannya bercampur aduk, antara senang, bahagia, grogi, dan lain-lain. Yang pasti, ia merasa sangat senang dan bangga bisa mendapatkan kesempatan sebagai finalis dalam ajang bergengsi tingkat nasional itu.

Berangkatlah ia ke Ibukota dengan segala harap dan doa menuju Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center. Bersama para finalis dari 34 provinsi, ia merasa seperti sebutir pasir diantara tumpukan berlian. Hari pertama dilaluinya dengan melaksanakan tes ujian tertulis mapel tematik dengan soal sejumlah 60 butur Pilihan Ganda, dan 20 soal uraian. Nyalinya sempat menciut bersaing dengan guru-guru hebat se Indonesia, apalagi semua soal tes merupakan soal-soal HOTS.

Hari kedua berupa tes eksperimen dan eksplorasi, disusul hari ketiga berupa presentasi perangkat 3 mata pelajaran tematika (IPA, IPS, Bhs. Indonesia) dan wawancara. Nama Sucik Ike Wahyuni memang tidak terdaftar sebagai juara OGN 2019. Namun keikutsertaannya sebagai peserta finalis OGN Tahun 2019 memberikan pengalaman luar biasa. Ia bahkan bertekad akan terus meng-upgrade kompetensinya agar bisa memberikan yang terbaik kepada anak didiknya.

Para Pemenang Olimpiade Guru Nasional (OGN) Dikdas Tahun 2019
Para Pemenang Olimpiade Guru Nasional (OGN) Dikdas Tahun 2019
Berikut ini adalah Juara Olimpiade Guru Nasional (OGN) 2019 dari Guru SD:

Juara OGN Tematik SD 2019

  1. Moh. Ikhwanul Huda, M.Pd, SDN Banjaran 4 Kediri Jawa Timur
  2. Hidayatul Muslimah, M.Pd, SDN Turi 1 Sleman Yogjakarta.
  3. Prima Danu Astri Susanti, SDN Purwasari 3 Karawang Jawa Barat.

Juara OGN Matematika SD 2019

  1. Riski, SDN Sidotopo Surabaya Jawa Timur
  2. Fera Setiawan, SD Nasional KPS Balikpapan Kalimantan Timur.
  3. Yuliana, S.Pd,SD SDN Simpang Renggiang Belitung Timur Kepulauan Bangka Belitung.

Komunitas Ngopi

Jika ingin bermimpi, tidurlah. Tapi ketika ingin mewujudkan mimpi, bangunlah selagi asap kopi masih mengepul. Tabik!

Berkomentarlah yang baik dengan menggunakan bahasa yang sopan. Admin berhak menghapus komentar yang tidak pantas dan menyinggung.

Salam
EmoticonEmoticon